10 September 2015

Ada Superman Ngamuk Di Tenggarong

Seorang pria berusia 40 tahun ditangkap Aparat Polres Kutai Kartanegara (Kukar). Pria yang diketahui bernama Dedi ini ditangkap karena masuk tanpa izin ke dalam rumah warga bernama Taufik (45) di Jalan Belida, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (9/9/2015) siang sekitar pukul 11.00 Wita.
Informasi yang dihimpun, sebelum masuk ke dalam rumah Taufik, Dedi yang saat itu mengenakan celana pendek warna merah dan baju kaos warna hitam berlambang ‘ Superman ’ tertangkap basah warga sedang memanjat pagar rumah milik Pj Bupati Kukar Chairil Anwar di Jalan Belida. Lantaran kepergok, Dedi yang berperawakan tinggi besar tersebut langsung turun dan melarikan diri saat dikejar warga.
Untuk menghindari kejaran warga, saat itu Dedi langsung masuk ke dalam rumah Taufik lewat pintu belakang. Disana Dedi bersembunyi di dalam kamar mandi. Warga yang mengetahui kalau Dedi bersembunyi di rumah Taufik tidak berani masuk, kemudian warga melaporkannya ke pihak kepolisian. Bahkan Taufik yang mengetahui ada orang lain di dalam rumahnya bergegas keluar untuk berjaga sambil memegang pentungan.
Polisi yang mendapatkan laporan langsung menuju lokasi kejadian. Sesampainya di rumah Taufik, sudah banyak warga yang menunggu Dedi diluar rumah adik kandung PJ Bupati Kukar Chairil Anwar tersebut. “ Waktu kami datang sudah banyak orang diluar termasuk pemilik rumah (Taufik,Red), mereka bilang kalau orangnya di dalam kamar mandi,” terang Wakapolsek Tenggarong Iptu Triyadi kepada harian ini saat dikonfirmasi.
Untuk berjaga-jaga apabila Dedi menyerang, Kasat Sabhara Polres Kukar AKP Gatot dan Wakapolsek Tenggarong Iptu Triyadi beserta dua anggotanya langsung masuk ke dalam rumah sambil memegang senjata api (Senpi). Namun saat melihat Dedi di dalam kamar mandi, polisi sempat kaget melihat tingkah laku Dedi. “ Dia berdiri tegak dengan pandangan kosong di tengah-tengah kamar mandi. Kemudian saya lihat di lantai kamar mandi itu tergeletak satu buah parang di depannya,” kata Triyadi.
Polisi yang sudah berhadapan langsung meminta Dedi untuk keluar dari kamar mandi, tapi tidak ada respon. Sehingga Kasat memerintahkan salah satu anak buahnya untuk masuk ke kamar mandi dan mengamankan Dedi. “ Tidak ada perlawanan, dia hanya terdiam dan matanya melotot. Bukan melotot ke petugas, tapi seperti pandangan kosong gitu,” ungkap Wakapolsek, lagi.
Sekitar 20 menit Dedi di dalam kamar mandi rumah Taufik. Saat keluar dari rumah mata Dedi tetap melotot. Kemudian ditangan Dedi polisi melihatnya sedang memegang bungkusan berisikan obat dan kartu Askes. “ Kalau dilihat obat yang dibawanya obat penenang, salah satunya bodrexin. Kemudian dilihat dari kartu kesehatannya Dedi ini tinggalnya di Desa Loa Duri, Loa Janan sana dan berstatus sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil),” tutur Triyadi.
Usai diamankan Dedi langsung dibawa ke Mapolsek Tenggarong. Disana Dedi di introgasi selama 1 jam. Namun sekali lagi, tidak ada respon dari Dedi. Dia hanya diam sambil melotot. “ Melihat pengalaman kami, orang ini sepertinya tidak waras. Kemudian kami hubungi anggota Satpol PP Kukar untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Samarinda untuk memastikan apakah benar tidak waras atau hanya berpura-pura,” urainya.
Petugas Satpol PP yang mendapatkan laporan langsung menjemput Dedi di Polsek Tenggarong. Kemudian oleh Satpol PP, Dedi diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kukar untuk segera dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Atma Husada Samarinda.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...