29 Januari 2013

5 Cerita Pilu Antara Tukul Arwana - KPI dan Bukan Empat Mata



Tayangan Bukan Empat Mata yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana kembali ramai jadi topik pembicaraan. Acara Bukan Empat Mata itu sudah sering kali bermasalah dengan lembaga penyiaran, bahkan ketika masih bernama 'Empat Mata', Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) resmi menghentikan penayangannya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat antara Komisi I DPR dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Tukul dan TNI Angkatan Udara (AU) dianggap melecehkan lagu Indonesia Raya, kemarin. Namun hal itu terjadi pada tanggal 16 Mei 2012, beberapa personel TNI AU menjadi tamu undangan untuk menyaksikan program Bukan Empat Mata, terlihat seluruh anggota TNI yang hadir tidak hormat saat menyanyikan lagu Indonesia Raya tetapi justru bertepuk tangan.

Karena prajurit AU telah melakukan pelanggaran disiplin militer dan patut dikenakan sanksi. Apalagi saat lagu kebangsaan itu belum selesai dikumandangkan, Tukul si pembawa acara langsung memotong lagu itu. Ketika dikonfirmasi terkait Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPR dengan KPI, Trans7 mengaku sudah menjalankan hukuman dari KPI pada tahun lalu.

"Pelanggaran itu terjadi di tahun lalu dan kami sudah menjalankan sanksi administratif dari KPI berupa Pengurangan Durasi," kata Humas Trans7, Anita ketika dihubungi merdeka.com, Selasa (29/1).

Anita mengatakan terkait hasil Rapat Dengar Pendapat antara Komisi I DPR dengan KPI, pihaknya tidak mau ambil sikap. "Soal Rapat Dengar Pendapat DPR dan KPI, saya tidak mengetahuinya. Yang pasti kami sudah menjalankan sanksi dari KPI soal penayangan tersebut," kata dia.

Berikut 5 cerita Tukul dan Bukan Empat Mata diprotes:


1. Nyanyi Indonesia Raya tidak khidmat

Komisi I DPR berencana memanggil TNI Angkatan Udara (AU), terkait sikap para prajurit AU yang dinilai tidak khidmat saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di acara televisi Bukan Empat Mata yang disiarkan Trans7.

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan, prajurit AU telah melakukan pelanggaran disiplin militer dan patut dikenakan sanksi. Karena dalam acara tersebut, terlihat seluruh anggota TNI yang hadir tidak hormat saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, tetapi justru bertepuk tangan.

"Sikap prajurit militer yang menyanyikan lagu kebangsaan sambil duduk, bertepuk tangan, tertawa dan bersorak-sorai itu merupakan pelanggaran terhadap lambang negara dan menyalahi peraturan disiplin militer. Akan dikenakan sanksi, termasuk komandannya jika yang bersangkutan ada di antara para prajurit itu. Sanksi paling berat tentu dikenakan kepada komandannya," jelas Hasanuddin dalam Rapat Dengar Pendapat antara Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan Komisi I di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/1).

Hasanuddin menambahkan, peristiwa ini merupakan hal yang prinsip bagi prajurit militer. Sebab, melakukan penghormatan terhadap lambang negara termasuk lagu kebangsaan Indonesia Raya merupakan pendidikan dasar dalam pendidikan kemiliteran.

"Ini urusan yang prinsip untuk prajurit, karena ini adalah pendidikan dasar di militer yaitu penghormatan terhadap lambang-lambang negara. Karena itu, harus diberikan sanksi tegas. KPI saja sudah mengatakan kalau sikap dalam tayangan tersebut melanggar aturan tata cara penggunaan lagu kebangsaan. Maka ini jelas merupakan pelanggaran disiplin militer," tandasnya.

Sebelumnya, KPI telah memberikan sanksi kepada acara Bukan Empat Mata yang tayang di stasiun televisi swasta Trans7. Talkshow yang dibawakan oleh komedian Tukul Arwana itu terpaksa harus mengurangi durasi tayangannya menjadi satu jam atau dibatasi durasinya sebanyak 50%.

Hal ini lantaran tayangan Bukan Empat Mata dianggap melakukan pelanggaran pada episode 16 Mei 2012 lalu. Materi pelanggaran tersebut adalah soal tata cara dan penggunaan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang saat itu dibawakan personel Cherry Belle sebagai bintang tamu. Namun sebelum lagu selesai, Tukul memotong lagu tersebut.

2. Menyinggung Tuhan

Pada tanggal 2 Agustus 2012 pukul 23.30 WIB ditemukan adanya adegan yang berpotensial menimbulkan dampak negatif dalam masyarakat. Penayangan tersebut adalah adegan saat salah satu host wanita, Marcela Lumowa, menyampaikan cerita berjudul 'Doa Seorang Wanita Bernama Susi'.

Diceritakan, Susi berdoa kepada Tuhan agar diberikan suami yang setia, penuh pengertian, dan tampan. Kemudian datanglah sosok Reynaldi yang ingin menikahinya. Wanita tersebut kembali teringat dengan keinginannya. Cerita selanjutnya, Tuhan menjawab tiga harapan Susi dalam doanya. Tentang harapan untuk mendapatkan suami setia, Tuhan berkata, "Coba kamu pikirkan, siapa yang mau sama dia? Nggak ada yang mau sama dia, Ngelirik aja ga mau... Pasti dia setia". Tentang harapan untuk mendapatkan suami yang penuh pengertian, Tuhan berkata, "Suamimu ini bahkan sangat mengerti kamu. Dia bisa menjadi suami dan ayah yang baik, multifungsi bahkan suamimu itu. Dia bisa jadi kain pel kalau dibutuhkan dan yang pasti jadi vacuum cleaner kalau diinginkan".

Tentang harapan untuk mendapatkan suami yang tampan, Tuhan kemudian mengajak Susi melihat sawah dan Ia berkata, "Kalau kau lihat calon suamimu, dia lebih tampan daripada orang-orangan sawah di luar sana". KPI Pusat menilai adegan tersebut berpotensial menimbulkan dampak negatif karena melibatkan keberadaan Tuhan dalam lawakan, menurut KPI Pusat hal tersebut adalah sesuatu yang belum dapat diterima oleh banyak pihak dalam masyarakat Indonesia.

KPI Pusat juga menerima hasil analisis atas penyangan adegan tersebut dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui surat No. B-373/MUI/VIII/2012 tertanggal 8 Agusus 2012, yang isinya menyatakan bahwa pelecehan fisik tidak dibenarkan menurut agama Islam, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an surat Al-Hujurat (49) ayat 11.

Untuk itu, KPI Pusat memberikan peringatan tertulis agar segera melakukan evaluasi internal pada program untuk lebih berhati-hati dalam penayangan adegan yang berakitan dengan Tuhan yang dapat berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap pandangan dan keyakinan suatu agama serta norma yang berlaku dan dianut oleh masyarakat.

3. Personel Kangen Band melontarkan kata kotor

Bukan Empat Mata Trans 7 dihentikan sementara penayangannya oleh KPI Pusat. Penghentian sementara itu salah satu sebabnya karena ada personel Kangen Band yang melontarkan kata-kata berkonotasi alat kelamin pria. Kangen Band pun mengaku akan meminta maaf ucap Jana, manajer Kangen Band.

Jana juga sudah menerima pemberitahuan dari pihak KPI maupun Trans 7 soal kesalahan yang dibuat oleh personel Kangen Band. Namun Jana berdalih kalau apa yang diucapkan personel Kangen Band itu bukan lah suatu kesengajaan.

"Ah latah saja kok itu," katanya. Saat ditanya siapa personel Kangen Band yang mengucapkan kata-kata tersebut, Jana enggan menjawabnya. "Maaf yah, saya sedang Umroh ini," Jana, manajer Kangen Band.


4. Baca Basmalah saat minum Wine

Untuk kesekian kalinya, tepatnya pada bulan Juni Tahun 2010, Bukan Empat Mata kembali menerima teguran dari KPI karena Atika (tamu Tukul) membaca Basmalah saat akan minum wine yang merupakan minuman haram di dalam Islam. Selain itu acara ini mendapat sorotan karena menghina pria tua berusia 140 tahun yang terdeteksi petugas sensus penduduk tahun 2010 yang berasal dari kota Sukabumi, Jawa Barat.

5. Tukul colek area pribadi Bella Saphira

Pada tahun 2009, KPI memberikan teguran pertama pada acara BEM (Bukan Empat Mata), karena tamu Tukul pada saat itu adalah Kangen Band, tidak sengaja menyebut nama alat kelamin karena latah saat menjatuhkan sesuatu dan pada Bulan Desember 2009, acara ini kembali ditegur karena Tukul mencolek Bella Saphira dengan sengaja.

Aduh om Tukul,ada ada saja yah cerita di balik suksesmu ..

sumber : merdeka.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...