24 Februari 2011

Kumpulan Cerita Kocak







                            

BERBAGI ILMU

Sembunyi : Suatu malam seorang pencuri memasuki rumah Nasrudin. Kabetulan Nasrudin sedang melihatnya. Karena ia sedang sendirian aja, Nasrudin cepat-cepat bersembunyi di dalam peti. Sementara itu pencuri memulai aksi menggerayangi rumah. Sekian lama kemudian, pencuri belum menemukan sesuatu yang berharga. Akhirnya ia membuka peti besar, dan memergoki Nasrudin yang bersembunyi. “Aha!” kata si pencuri, “Apa yang sedang kau lakukan di sini, ha?” “Aku malu, karena aku tidak memiliki apa-apa yang bisa kau ambil. Itulah sebabnya aku bersembunyi di sini.”
Tampak Seperti Wujudmu : Nasrudin sedang merenungi harmoni alam, dan kebesaran Penciptanya. “Oh kasih yang agung. Seluruh diriku terselimuti oleh-Mu. Segala yang tampak oleh mataku. Tampak seperti wujud-Mu.” Seorang tukang melucu menggodanya, “Bagaimana jika ada orang jelek dan dungu lewat di depan matamu ?” Nasrudin berbalik, menatapnya, dan menjawab dengan konsisten: “Tampak seperti wujudmu.”

GULA DAN GARAM

Nasrudin dan Ali merasa haus, mereka pergi ke sebuah warung untuk minum. Karena uang mereka hanya cukup untuk membeli segelas susu maka Mereka memutuskan membagi segelas susu untuk berdua.
Ali : “kamu minum dulu setengah gelas,Karena aku hanya punya gula yang hanya cukup untuk satu orang. Aku akan menuangkan gula ini ke dalam susu bagianku.”
Nasrudin : “Tuangkan saja sekarang dan aku akan minum setengahnya.”
Ali : “Aku tidak mau. Sudah kukatakan, gula ini hanya cukup membuat manis setengah gelas susu”
akhirnya Nasrudin pergi ke pemilik warung dan kembali dengan sekantung garam.
Nasrudin : “Ada berita baik. Seperti telah kita setujui, aku akan minum susu ini lebih dulu. Aku akan minum bagianku dengan garam ini.”
Ali : “apa….?”

KERA DAN NASRUDDIN

Istri Nasruddin menginginkan binatang piaraan, maka ia membeli seekor kera. Nasruddin tidak senang.
“Apa makanannnya?” tanyanya.
“Sama dengan yg kita makan”, jawab istrinya.
“Dimana kera itu akan tidur?”
“Di tempat tidur kita, bersama kita.”
“Bersama kita? Baunya bagaimana?”
“Kalau saya saja betah dengan bau itu, saya kira kera juga tahan”
Pertama Kali Dioperasi
Seorang pasien yang akan dioperasi terbaring dengan muka pucat pasi diranjang operasi, dokter bedah muda itu menyapanya dengan ramah:
“Engkau kelihatan takut sekali, jangan khawatir kok, segala sesuatunya akan berjalan dengan aman, baik dan lancar, jadi tabahkan hatimu…”
“Bagaimana tidak takut dokter, seumur hidupku,inilah untuk pertama kalinya aku dioperasi.”
“Sama-sama, saya juga untuk pertama kalinya mengoperasi pasien, sedangkan saya sama sekali tidak merasa takut lhooo…”

Ajakan Untuk Ikut Korupsi

Suatu hari, Joni bertamu ke rumah Rahmat sahabatnya sejak dari SMA. Perawakan Rahmat masih cungkring kurus kering seperti dulu waktu SMA. Sedangkan Joni sendiri sudah menjadi gemuk dalam urusan perut, pertanda bahwa sudah sukses dalam pekerjaannya.
Joni : “Gimana kabarmu, Mat?”
Rahmat : “Ya tetep begini-begini aja. Seperti yang kamu lihat ini…”
Joni : “Lha gimana sih? Harusnya itu kalau kerja yang serius!! supaya bisa dapet uang banyak!!”
Rahmat : “Sebenernya kalau masalah kerja, aku udah serius, tapi apa daya, aku masih tetapp kekurangan. Istriku juga masih sering ngomel…”
Joni : “Jaman sekarang itu kalau kerja jujur itu gak bakal dapt apa-apa!! Gak bakal bisa nyukupin kebutuhan sehari harimu!”
Rahmat : “Maksudnya?”
Joni : “Begini, aku beri tahu rahasianya ya? Contonya aku, kerjaanku cuman kecil-kecilan di kantor, tapi gimana caranya supaya aku bisa dapat uang tambahan buat ngecukupin kebutuhan sehari hari. Maka dari itu, hidupku skeluarga bisa kecukupan. Gak kayak kamu.”
Rahmat : “Emang caranya gimana, Jon?! Aku ajarin donk supaya bisa makmur kaya kamu sekarang. Kalau aku cuma berharap dari bosku sekarang juga gak mungkin cukup!!”
Joni : “Caranya gampang banget, Mat. KORUPSI. Coba dulu, kecil-kecilan saja. Kecil-kecilan supaya tidak ketahuan.”
Rahmat : “KORUPSI??!!! Gila kamu??!!”
Joni : “Iya! kaya yang di TV itu lho. Orang-orang kelas atas kan korupsinya gede-gede tuh. Nah, kita-kita yang kecilan saja. Kalau aku biarpun kecil, tapi bisa nyukupin kebutuhan sekeluarga… Ayo, kamu mesti bisa kok. Inget lagi kebutuhanmu yang jauh dari kata ‘terpenuhi’…”
Rahmat : “Bentar dulu, Jon. Sebenarnya aku setuju dengan usulmu yang satu ini. Tapi masalahnya, aku gak bakal bisa deh kalo mau korupsi di tempat kerjaan…”
Joni : “Koq bisa?! ada apa gerangan??! Emang pengawasan di kantormu ketat?? Udah ada yang ketahuan korupsi?? ato diawasin sama KPK??”
Rahmat : “Bukan masalah itu…”
Joni : “Terus?? Masalah apa lagi yang kamu pusingin??”
Rahmat : “Aku ini kerjaanya ikut orang, jasa sedot tinja. Nah kalo begitu, apaan yang mau dikorupsi??!! Tiap hari ane ngubek-ubek tinja orang.”
Joni : “???”
Menyukai Angka 12

Sigit seorang cowok yang ganteng, putih, cakep, bertubuh kekar, atletis, pinter, berbibir mekar. Ia penganut aliran kepercayaan 12. Baginya tak ada sesuatu yang istimewa kalau tak di kaitkan angka tersebut. Maka menjelang 12 Desember, ia mencoba mencari pacar.
Persyaratannya adalah : “Calon pendampingnya itu mesti berhubungan dengan angka 12. Misalnya : jumlah huruf dalam nama si cewek harus 12 huruf, jumlah calon ditetapkan pun mesti 12 orang, rata-rata rambutnya 12 centimeter di bawah pundak, nomer rumahnya harus bernomor 12, tanggal lahirnya juga tanggal 12, dan sebagainya yang pokoknya semua harus ada hubungannya dengan angka 12.”
Dari keempat belas cewek tersebut terpilihlah Munah. Sigit memang belum pernah ketemu Munah, tapi ia merasa cocok dengan cewek itu, karena di surat lamarannya Munah mengaku bernama Munah Romunah (12 huruf), hobinya surat menyurat, setiap surat di tulis 12 baris kalimat, tiap kalimat 12 kata. Munah mengaku berkaca mata minus 12, memakai bra nomer 12, celana dalam nomer 12, Munah mengaku anak ke 12 dari 12 bersaudara, lahir tanggal 12 bulan ke 12.
Suatu hari, Sigit dan Munah berjanji untuk bertemu. Hari itu pas tanggal 12, untuk pertama kalinya mereka bertemu.
“Assalammualaikum…” Sapa suara di luar rumah. Lembut tapi sensual.
Sigit buru-buru membuka pintu. Dia celingukan kebingungan.
“Assalammualaikum…” suara itu terdengar lagi. Sigit makin celingukan. Mencari ke mana-mana.
“Hei, aku di sini!”
Sigit menoleh : “Busyet!”
Ternyata Munah diantar oleh 12 orang pacarnya.

Hobi Mengupil

Budi sudah sering kali melihat Jono melakukan hobinya yang selalu tidak ketinggalan yaitu hobi mengupil. Pada suatu hari, akhirnya rasa penasaran si Budi ini dilontarkan kepada temannya yang saat itu sedang mengupil.
Budi : “Wooi… ngapain sih kok seneng banget ngupil ?”
Jono : (berlagak cuek kemudian seperti mendapatkan sesuatu dari dalam lubang hidungnya)
Budi : “Iihh.. jorok banget…pake diputer-puter segala lagi”
Orang yang sudah penasaran, ditambah lagi lebih penasaran saat melihat Jono sedang muter-muter hasil galiannya.
Budi : “Kenapa sih, kok pake diputer-puter ?”
Jono : “Habisnya… susah banget kalo dibikin kotak-kotak…”
Dosen yang Juga Menjadi Pejabat
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang :
Tono : “Saya heran dosen ilmu politik, kalau ngajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.”
Udin : “Ah, gitu aja diperhatiin sih Ton.”
Tono : “Ya, Udin tahu ngak sebabnya.”
Udin : “Barangkali aja, cape, atau kakinya gak kuat berdiri.”
Tono : “Bukan itu sebabnya Din, sebab dia juga seorang pejabat.”
Udin : “Loh, apa hubungannya?!!”
Tono : “Ya kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”
Udin : “???”

Semoga Bermanfaat yah !
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...