12 Februari 2012

HUT Balikpapan Ke- 115


Happy Bday Balikpapan ke 115.. semoga semakin jaya dlm pembangunan dan terus berkembang dalam berbagai sektor pemerintahan.Tetap ramah dan selalu setia menyandang gelar Kota BUDIMAN ALIAS Bersih Indah Dan Nyaman..


Sejarah Asal-usul Nama dan Hari Jadi Kota Balikpapan

NAMA Balikpapan kurang jelas kapan berasal dan apa makna nama itu. Menilik susunan katanya dapat dimasukkan ke dalam asal kata bahasa Melayu. Menurut buku karya F. Valenijn pada tahun 1724, menyebut suatu daerah di hulu sebuah sungai di sebuah teluk sekitar tiga mil dari pantai, desa itu bernama BILIPAPAN.
Lepas dari persoalan ucapan maupun pendengaran, jelas bahwa nama tersebut dikaitkan dengan sebuah komunitas pedesaan di teluk yang sekarang dikenal dengan nama Teluk Balikpapan. Terdapat beberapa versi terkait dengan asal-usul nama Balikpapan.

Versi pertama, (Sumber : Buku 90 Tahun Kota Balikpapan yang mengutip buku karya F. Valenijn tahun 1724 ) . Menurut legenda asal nama Balikpapan adalah karena sebuah kejadian yang terjadi pada tahun 1739, sewaktu dibawah Pemerintahan Sultan Muhammad Idris dari Kerajaan Kutai, yang memerintahkan kepada pemukim-pemukim di sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbang bahan bangunan guna pembangunan istana baru di Kutai Lama.

Sumbangan tersebut ditentukan berupa penyerahan sebanyak 1.000 lembar papan yang diikat menjadi sebuah rakit yang dibawa ke Kutai Lama melalui sepanjang pantai. Setibanya di Kutai Lama, ternyata ada 10 keping papan yang kurang (terlepas selama dalam perjalanan) dan hasil dari pencarian menemukan bahwa 10 keping papan tersebut terhanyut dan timbul disuatu tempat yang sekarang bernama "Jenebora".

Dari peristiwa inilah nama Balikpapan itu diberikan. Dalam istilah bahasa Kutai "Baliklah - papan" atau papan yang kembali yang tidak mau ikut disumbangkan.

Versi Kedua, (Sumber : Legenda rakyat yang dimuat dalam buku 90 Tahun Kota Balikpapan ). Menurut legenda dari orang-orang suku Pasir Balik atau lazim disebut Suku Pasir Kuleng, maka secara turun menurun telah dihikayatkan tentang asal mula nama "Negeri Balikpapan".

Orang-orang suku Pasir Balik yang bermukim di sepanjang pantai teluk Balikpapan adalah berasal dari keturunan kakek dan nenek yang bernama " KAYUN KULENG dan PAPAN AYUN ". Oleh keturunannya kampung nelayan yang terletak di Taeluk Balikpapan itu diberi nama "KULENG - PAPAN" atau artinya "BALIK - PAPAN" (Dalam bahasa Pasir, Kuleng artinya Balik dan Papan artinya Papan) dan diperkirakan nama negeri Balikpapan itu adalah sekitar tahun 1527.

HARI JADI BALIKPAPAN

Telah ditentukan pada tanggal 10 Februari 1897 merupakan hari jadi Kota Balikpapan. Penetapan tanggal ini merupakan seminar sejarah Kota Balikpapan tanggal 1 Desember 1984. Tanggal 10 Februari 1897 ini adalah tanggal pengeboran pertama minyak di Balikpapan yang dilakukan Perusahaan Mathilda sebagai dari pasal-pasal kerjasama antara J.H Menten dengan Mr. Adam dari Firma Samuel dan CO.

NILAI BUDAYA

Sejak ditemukannya sumur minyak oleh Matilda. Maka sejak itulah Kota Balikpapan diminati oleh masyarakat luar karena terkenal sebagai kota minyak. Berbagai suku di Indonesia khususnya Kalimantan sendiri, Sulwesi dan Jawa datang untuk mencari nafkah di Balikpapan.

Kota ini berkembang pesat, masyarakat Kota Balikpapan secara langsung terjadi akulturasi berbagai budaya, berbagai suku di Indonesia, ini bisa tercermin dari bahasa pengantar yang digunakan warga Balikpapan adalah yaitu bahasa Indonesia baik sekolah, rumah, tempat kerja dan lain-lain.

Pada kurun waktu yang bersamaan keragaman etnis yang datang diikuti pula dengan berbagai adat istiadat dan agama. Semua terbina dengan baik, demikian pula penganut agama yang dipeluknya. Hubungan masyarakat terjalin harmonis secara turun temurun. Yang menjadi khas Kota Balikpapan adalah tidak terdapat dominasi berlebihan salah satu suku, baik dari suku asli Kalimantan maupun suku pendatang.

Sebagai wujud implementasi dalam rangka memelihara, menjaga dan meningkatkan integritas, kondusifitas, dibuat motto Balikpapan Kubangun, Kujaga dan Kubela.

Balikpapan sebagai kota yang strategis sangat didukung masyarakat yang ramah dan kebersamaaan yang kental dalam keragaman. Sebagai modal utama mengantarkan Balikpapan sebagai masyarakatnya madani, memiliki masyarakat majemuk yang hidup rukun, harmonis, berperadaban modern, maju serta mamiliki nilai-nilai moralitas spiritual, agama.

Nilai guyub kebersamaan yang tinggi mampu mengikat rasa persaudaraan antar suku, menjadikan pondasi terbangunnya kondisi terus terjaga, menjadikan Kota Balikpapan sebagai Kota Bersih, Indah, Aman dan Nyaman.

Budaya bersih dan wawasan lingkungan, juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang telah menjadi ciri khas. Itu terakomodir secara profesional dalam program Pemkot Balikpapan, yakni, Bersih, Hijau dan Sehat (CGH)

Sukses terus Kotaku tercinta...

KILANG MINYAK BALIKPAPAN

PANTAI MANGGAR

PELABUHAN SEMAYANG

TAMAN BEKAPAI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...