24 Februari 2011

Bagaimana Berbelanja Yang Sehat


Hal-hal apa saja yang harus anda
pertimbangkan agar berbelanja itu menjadi
hal yang menyenangkan, tapi tidak membuat
kocek Anda kebobolan?.
Di bawah ini diberikan beberapa tips dasarnya.

1. Sadarilah, Anda menjadi target.
Anda harus menyadari bahwa begitu Anda
memasuki mal atau pusat pertokoan, Anda
sebetulnnya sedang menjadi “target” para penjual
untuk “ditangkap” masuk ke tokonya.
Dan ketika sudah masuk toko, Anda bakal
“dijerat” jebakan-jebakan untuk menguras uang
Anda, apakah itu dengan barang obral, diskon, menu
hari ini, dan lain-lain.
Paling tidak, semua itu bisa membuat Anda
berbelanja tanpa terkontrol, berbelanja barang yang
sebetulnya tak diperlukan benar, atau belanja
impulsif.
Berbelanjalah secara rasional. Gunakan akal
sehat Anda, jangan menuruti hasrat hati Anda saja.

2. Rencanakan kegiatan belanja Anda.
Atur sedemikian rupa waktu Anda agar tak
sering mendapat peluang mengosongkan uang Anda
(belanja tanpa rencana).
Misalnya, ke supermarket atau hipermarket
maksimum sebulan sekali (belanja bulanan), ke
minimarket atau pasar tradisional seminggu sekali
untuk belanja kebutuhan makanan segar dan
pelengkap. Berkunjung ke mal atau pusat pertokoan
sih, cukup tiga atau empat bulan sekali.
Pokoknya, jangan terlalu sering jalan-jalan ke
toko.

3. Membuat perjanjian.
Buatlah perjanjian dengan pasangan Anda.
Misalnya, untuk membeli barang berharga Rp 300
ribu dan di bawahnya, boleh diatur sendiri.
Tapi untuk membeli barang-barang di atas Rp
300 ribu, harus dirundingkan dulu dengan pasangan
Anda. Angkanya bisa diatur sendiri, berapa rupiah
yang termasuk daftar merah.

4. Perlu dibeli atau tidak?
Untuk barang kebutuhan non primer, bukan
kebutuhan utama, pikirkanlah dulu paling tidak tiga
hari di rumah. Bincangkan dengan pasangan Anda
atau anak-anak untuk mempertimbangkan apakah
barang itu perlu dibeli atau tidak. Atau mungkin lebih
baik membeli barang lain yang berfungsi sama tapi
lebih murah. Atau malah barangkali tak perlu dibeli.
Pokoknya, jangan terburu-buru membeli
barang non primer ketika ada hasrat untuk
membelinya.

5. Cari barang alternatif.
Daripada membeli, bisakah menggunakan
barang lain sejenis yang ada di rumah? Cermati,
kadang kita masih punya barang yang fungsinya
sama, hanya beda model saja.

6. Tak perlu Kartu Kredit.
Tinggalkan kartu kredit Anda di rumah,
seandainya Anda pergi untuk berbelanja rutin.
Bawalah uang tunai seperlunya sesuai dengan
anggaran hari itu. Ingat, kadang Anda tergiur untuk
membeli sesuatu yang nampaknya murah dan ingin
memilikinya. Padahal barang itu bukan yang
dibutuhkan.
Ingatlah, toko selalu merangsang Anda supaya
melakukan pembelian impulsif, pembelian yang tak
direncanakan dulu.

Smoga Bermanfaat

Sumber : Bpk Undang E Salim
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...