23 Februari 2011

Memutihkan Gigi,Seberapa Amankah Buat Gigi?



Sebagian orang merasa tidak percaya diri karena giginya terlihat kusam atau tidak putih cemerlang ketika sedang tersenyum. Setelah melakukan penelitian yang panjang para ahli menemukan bahwa carbamid peroxide efektif untuk memutihkan gigi yang warnanya cenderung kekuningan atau gelap.


Metode Pemutihan gigi
Ada tiga metode pemutihan gigi
  1. Supervised Home Dental Whitening
  2. In Office Dental Whitening
  3. Kombinasi keduanya
Supervised Home Dental Whitening adalah prosedur pemutihan gigi yang dilakukan oleh pasien sendiri dengan bahan dan cara yang telah disarankan oleh dokter gigi. Prosedur ini dapat dilakukan di rumah atau di kantor saat menjalankan aktifitas kerja. Pemutihan dengan cara ini relatif aman karena konsentrasi bahan yang digunakan sedikit, namun waktu yang dibutuhkan cukup lama berkisar antara empat minggu sampai satu tahun.
In Office Dental Whitening adalah prosedur pemutihan gigi yang hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi di tempat prakteknya karena menggunakan bahan yang berkonsentrasi tinggi. Namun waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasil prosedur pemutihan tidak terlalu lama, hanya 1-2 kali kunjungan.
Metode yang ketiga adalah kombinasi keduanya, selain dilakukan pemutihan di tempat praktek oleh dokter gigi juga dilakukan prosedur pemutihan oleh pasien sendiri dengan petunjuk dokter gigi. Metode inilah yang paling banyak digunakan.
Apakah Pemutihan Gigi aman ?
Pemutihan gigi telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh banyak dokter gigi dengan aman dan efektif. The American Dental Association (ADA) telah menerbitkan pernyataan berikut:

  • "Dentist-prescribed, home-applied bleaching made by a reputable manufacturer and used under the supervision of a dentist in a relatively short-term treatment duration is safe and recognized as most effective in lightening the color of teeth. Bleaching materials that have received the ADA Seal of Acceptance are recommended.
Setelah dilakukan pemutihan gigi (bleaching) biasanya gigi akan sedikit sensitif terhadap suhu dingin untuk beberapa saat, ini merupakan efek samping umum terkait pemakaian bleaching. Namun tidak lama kemudian (dalam hitungan hari) gigi akan menjadi normal kembali dan ini telah dibuktikan dalam studi klinis yang relevan.
Bleaching tidak disarankan untuk kondisi tersebut di bawah:
  • Anak-anak usia di bawah 16 tahun, karena pada usia tersebut ruang pulpa (pulp chamber) masih cukup besar. Dikawatirkan tindakan bleaching bisa mengiritasi pulpa dan menimbulkan rasa ngilu yang berkepanjangan.
  • Bleaching juga tidak disarankan untuk wanita hamil dan menyusui
  • Gigi sensitif dan alergi terhadap bahan pemuti gigi. Orang dengan gigi sensitif harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi sebelum melakukan pemutihan gigi. Sedangkan untuk orang yang alergi terhadap bahan pemutih gigi(peroksida), mutlak tidak boleh melakukan pemutihan gigi.
Bleaching kurang memberikan hasil yang memuaskan untuk kondisi sebagai berikut:
  • Bleaching tidak akan bisa menghilangkan warna hitam pada gigi yang disebabkan oleh karies ( gigi berlubang). Gigi harus dirawat terlebih dahulu sebelum diakukan bleaching.
  • Bleaching tidak bisa menghilangan warna gelap pada gigi yang disebabkan oleh tambalan amalgam yang sudah lama. Tambalan amalgam harus dibuang terlebih dahulu dan diganti dengan komposit sebelum tindakan Bleaching. Apabila warna gelap dari amalgam sudah menyebar, akan sulit sekali menghilangkan bayangan hitam yang ditimbulkan dari penyebaran noda amalgam tesebut.
  • Gigi dengan warna kekuningan memberikan respon yang baik terhadap tindakan bleaching, gigi kecoklatan kurang memberikan respon dan gigi yang berwarna keabu-abuan tidak memberikan respon sama sekali terhadap Bleaching. Noda biru keabu-abuan yang disebabkan oleh tetrasiklin lebih sulit lagi menghilangkannya, butuh waktu hingga 6 bulan dengan kombinasi perawatan di tempat praktek dan di rumah. Untuk kasus yang sulit tersebut perlu dipertimbangkan untuk memakai porcelain veneers, komposit atau crown untuk memberikan hasil yang memuaskan. Dokter gigi anda akan dapat memberikan pertimbangan terhadap berbagai macam perawatan tersebut.
Follow-Up perwatan
Bleaching (pemutihan Gigi) bersifat tidak permanen. Orang-orang yang banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang menyebabkan noda pada gigi (misal kopi, merokok) mungkin hanya mendapatkan gigi yang putihnya selama 1 bulan saja. Sedangkan kalau bisa menjaga dari makanan atau minuman yang menimbulan noda tersebut, pasien bisa mempertahankan gigi putihnya selama 1 tahun sebelum dilakukan bleaching lagi.
Tips untuk menjaga gigi putih anda
·        Menghindari makanan-minuman yang menyebabkan noda
·        Segera sikat atau bersihkan gigi setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang menimbulkan noda.
·        Sikat gigi minimal dua kali yaitu pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur serta jangan lupa memakai dental floss setidaknya satu hari sekali untuk menghilangkan plaque. Gunakan pasta gigi pemutih (satu atau dua kali seminggu saja) untuk mengilangkan stain dan warna kekuning-kuningan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...